Menkeu : Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat Indonesia tetap tenang menghadapi potensi lonjakan harga minyak dunia hingga 150 dolar AS per barel. Menurut Purbaya, dampak terbesar dari kenaikan harga minyak ekstrem justru akan dirasakan negara lain, terutama Amerika Serikat. “Coba anda lihat, sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? 100 dolar saja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai US$ 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang jatuh, tetapi di sana. Kalau kita masih dijaga di sini,” kata Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki kebijakan untuk meredam gejolak harga, termasuk subsidi energi dan pengelolaan fiskal. Meski tekanan terhadap biaya hidup tetap ada, Purbaya meyakini stabilitas nasional masih dapat dijaga.
