Sejumlah laporan intelijen mengungkap dugaan pengiriman ribuan ton bahan bakar rudal dari China ke Iran melalui jalur laut internasional. Informasi tersebut menyebutkan bahwa pengiriman dilakukan secara bertahap menggunakan kapal kargo komersial yang melintasi rute perairan Asia Timur, Samudra Hindia, hingga mendekati Teluk Oman. Sumber yang mengetahui isi laporan itu menyatakan bahan yang dikirim diduga merupakan komponen penting dalam pengembangan sistem propulsi rudal jarak menengah. Dalam peta pergerakan yang dilampirkan pada laporan, rute pelayaran disebut berangkat dari pelabuhan di pesisir timur China, melintasi Laut Tiongkok Selatan, kemudian bergerak ke arah barat menuju kawasan Timur Tengah. Meski belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Beijing maupun Teheran, temuan ini memicu perhatian sejumlah negara Barat yang selama ini memantau ketat aktivitas transfer teknologi dan material strategis terkait program persenjataan. Analis keamanan menilai, apabila laporan tersebut terverifikasi, langkah itu berpotensi meningkatkan tensi geopolitik di kawasan. Iran selama ini diketahui mengembangkan berbagai sistem rudal sebagai bagian dari strategi pertahanan nasionalnya, sementara China berulang kali menegaskan komitmennya terhadap kerja sama internasional yang bersifat damai. Hingga kini, detail teknis mengenai jenis bahan bakar maupun volume pasti pengiriman masih menjadi bagian dari penelusuran lanjutan oleh lembaga intelijen terkait.
China mengirimkan ribuan ton bahan bakar rudal ke iran
Tags
