Iran mengambil posisi tegas dengan menolak perundingan dengan Amerika Serikat hingga gencatan senjata di Lebanon benar-benar terwujud. Hal ini menetapkan syarat yang jelas yang secara langsung mengaitkan diplomasi dengan perkembangan situasi di lapangan di Lebanon. Langkah ini menghambat negosiasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Dengan mengaitkan perundingan pada gencatan senjata di Lebanon, Iran mengalihkan fokus dari dialog langsung ke kondisi di medan konflik. Ini secara mendasar mengubah struktur negosiasi. Kemajuan kini bergantung pada perkembangan di Lebanon, bukan semata pada kemauan diplomatik. Hingga syarat tersebut terpenuhi, komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat secara efektif tetap terhenti.
