Jadi Presiden di Indonesia itu perlu modal gedhe, backing kuat, jaringan kekuasaan, akses politik, nepotisme yang tiada habisnya.
Jadi Presiden di Indonesia itu perlu modal gedhe, backing kuat, jaringan kekuasaan, akses politik, nepotisme yang tiada habisnya.
Jadi kalau rakyat mengkritik Presiden lalu dibalas begini, justru itu menunjukkan Anda kurang pinter atau sengaja membodohi rakyat.
Pejabat publik itu digaji oleh rakyat. Artinya mereka bekerja untuk rakyat, bukan sebaliknya. Kritik adalah konsekuensi dari jabatan yang dibiayai uang publik.
Logikanya bisa dibandingkan begini: kita menggaji tukang listrik untuk memperbaiki instalasi. Ketika hasil kerjanya jelek, lalu kita kritik, apa masuk akal jika dia menjawab, "Ya sana jadi tukang listrik sendiri". Yang dinilai adalah hasil kerjanya, bukan apakah pengkritiknya punya profesi yang sama.
Maka membungkam kritik dengan "kenapa tidak jadi Presiden saja" adalah cara malas untuk menghindari evaluasi.
Refrensi:
