Pemimpin Korea Utara

Tags

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyebut pemerintahan Amerika Serikat (AS) melakukan terorisme negara dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi di Pyongyang, Korea Utara, pada Senin (23/3/2026). Menurut laporan NK News, pernyataan keras tersebut diduga berkaitan dengan perang AS-Israel melawan Iran yang kini sudah memasuki pekan keempat. Kim mengatakan bahwa Pyongyang telah mengambil keputusan yang tepat untuk memperkuat kepemilikan senjata nuklir secara permanen dan tidak dapat diubah setelah menolak "bujukan manis musuh". Ia menyebut AS sebagai negara "dominasionis" yang saat ini melakukan terorisme negara, tindakan agresi di seluruh dunia, dan memicu peningkatan sentimen anti-Amerika. Kim bahkan mengucapkan selamat kepada dirinya sendiri karena telah mengenali "sifat Washington yang tak berubah" dalam hal ini. “AS saat ini melakukan tindakan terorisme dan agresi negara di seluruh dunia,” kata Kim, seperti dikutip The Chosun Daily, Selasa. South China Morning Post (SCMP) juga melaporkan bahwa Kim Jong-un dari Korea Utara mengecam AS sebagai teror negara tetapi tidak menyebut nama Trump dalam pidato pelantikan ketiganya. Dengan mempertimbangkan nasib para pemimpin Iran dan Venezuela, Kim Jong-un menggunakan pidatonya untuk menggambarkan senjata nuklir sebagai perisai yang tidak dapat dinegosiasikan. Ia bersumpah bahwa Korea Utara tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya. “Amerika Serikat saat ini melakukan tindakan teror dan agresi negara di seluruh dunia,” kata Kim kepada majelis pada hari Senin, menurut Kantor Berita Pusat Korea yang dikelola pemerintah. Namun, tulis SCMP, pidato Kim Jong-un di Majelis Rakyat Tertinggi mengandung satu hal yang patut diperhatikan: tidak ada serangan langsung terhadap Donald Trump.